Rabu, 04 Januari 2012

kimia teknik

1
DISAIN MODEL INSTALASI PELAPISAN LOGAM DEKORATIF METODE ELECTROPLATING UNTUK PEMBELAJARAN PRAKTIKUM Agus Solehudin1) 1)Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FPTK Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No. 207 Bandung 40154 Abstrak: Telah dilakukan pendisainan model instalasi pelapisan logam dekoratif metode electroplating melalui penelitian pengembangan. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu model pengembangan, prosedur pengembangan, dan uji coba produk simulasi. Melalui penelitian ini telah dihasilkan sebuah model instalasi pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating, seperangkat alat praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating, komposisi bahan yang tepat untuk praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplatin, dan sebuah panduan prosedur pelaksanaan praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating. Abstract: Designing model of decorative metal coating installation with electroplating method had been done by developing research. This research was done by three steps: developing model, developing procedure, and try out of simulation product. By this research had been carried out a model of decorative metal coating installation, a set of metal coating experiment tool, a precise material composition, and a job sheet of decorative metal coating experiment with electroplating method. Kata-kata Kunci: pelapisan logam dekoratif, electroplating, metode pengembangan PENDAHULUAN
Pembelajaran praktikum adalah model pembelajaran yang efektif untuk mencapai tiga tujuan secara bersamaan, yaitu : meningkatkan keterampilan kognitif, keterampilan afektif, dan keterampilan psikomotorik. Pengalaman praktikum dapat meningkatkan perkembangan intelektual mahasiswa. Peningkatan ini disebabkan oleh pengamatan langsung terhadap benda-benda serta sifat-sifatnya yang dapat mendorong timbulnya fikiran yang lebih kompleks,
2
sehingga pemahaman mahasiswa terhadap teori perkuliahan menjadi lebih kuat. Selain itu pembelajaran praktikum cocok untuk melatih proses pembiasaan diri dalam memecahkan persoalan-persoalan teknis secara ilmiah, karena semua keterampilan yang penting dalam praktikum dapat dilatih secara bersamaan. Keterampilan-keterampilan yang dilatih dalam praktikum tersebut adalah menganalisa gejala, mengumpulkan informasi, menyusun hipotesa, menyusun rencana kerja untuk memeriksa kebenaran hipotesa dan mengevaluasi data-data yang diperoleh, menarik kesimpulan, dan melaporkan hasil praktikum. Peneliti memandang perlu dilakukan penelitian untuk merancang model praktikum simulasi pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Penelitian ini perlu dilakukan karena model yang akan didisain dipandang cocok untuk menjelaskan konsep dan gejala-gejala yang terjadi pada proses pelapisan logam. Dengan menggunakan model yang berupa alat bantu praktikum ini, proses pelapisan logam dapat diamati secara langsung. Mahasiswa juga dapat mengamati fenomena yang terjadi yang diakibatkan perubahan parameter yang mempengaruhi proses pelapisan logam, seperti kuat arus dan waktu pelapisan. Sehingga diharapkan pengusaan konsep mahasiswa tentang pelapisan logam dengan metode electroplating akan meningkat. Selain alasan tersebut, pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating saat ini banyak diaplikasikan pada industri logam, sehingga bentuk pembelajaran praktikum ini secara langsung akan memberi bekal kepada mahasiswa berupa keterampilan dalam melaksanakan pelapisan logam. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektifitas pelaksanaan pembelajaran praktikum mata kuliah teknik pelapisan logam. Secara khusus tujuan penelitian ini diataranya adalah :
1. Menghasilkan model instalasi pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating untuk pembelajaran praktikum di laboratorium.
2. Menghasilkan seperangkat alat praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating.
3
3. Menghasilkan komposisi bahan yang tepat untuk praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating.
4. Menghasilkan sebuah panduan prosedur pelaksanaan praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating.
METODE PENELITIAN Pendisainan model instalasi untuk pembelajaran praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating dilakukan dengan metode penelitian pengembangan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu model pengembangan, prosedur pengembangan, dan uji coba produk simulasi. Model Pengembangan Model yang dihasilkan dari penelitian ini adalah model prosedural yang bersifat deskriptif dengan mengadaptasi model yang dikembangkan oleh Sutopo, yaitu model pengembangan produk berbantuan komputer (Soenarto, 2005). Model pengembangan ini mengikuti tahap-tahap sebagai berikut: a. Concept, dikembangkan dengan mengidentifikasi tujuan, menganalisis kebutuhan belajar, menganalisis karakteristik pebelajar (tingkat, pengalaman kemampuan komputer), merencanakan software bahan ajar. b. Design, mendesain produk dengan 2 tahap: (a) mendesain software; (b) mengembangkan flow chart (alur). c. Collecting materials, pengumpulan bahan kuliah dilakukan untuk pembuatan model pelapisan logam dekoratif metode electroplating.
d. Assembly, adalah menyusun naskah materi kuliah pada setiap frame yang disebut screen mapping.
e. Ujicoba, untuk melihat sejauh mana produk dapat mencapai tujuan. Produk memenuhi 2 kriteria: kriteria pembelajaran dan kriteria penampilan. Ujicoba dilakukan 3 kali: (1) Uji-ahli, (2) Uji terbatas, dan (3) Uji-lapangan. Namun demikian, karena keterbatasan waktu dan sampel penelitian, uji coba yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji ahli dan uji terbatas.
f. Disemination & distribution, penyebarluasan produk, kegiatan berupa penyebarluasan produk pembelajaran kepada pengguna yang sebenarnya.
Prosedur Pengembangan
Beberapa faktor dalam membuat model instalasi untuk pembelajaran praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating harus
4
diperhatikan secara teliti untuk ketepatan besaran-besaran yang telah ditentukan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan model pengembangan instalasi ini adalah sebagai berikut:
1. Menentukan komposisi larutan yang digunakan untuk pelaksanaan praktikum simulasi pelapisan logam dengan metode electroplating, diperoleh berdasarkan komposisi Watt.
2. Membuat panduan prosedur pelaksanaan praktikum pelapisan logam dengan metode electroplating.
3. Merancang dan menyusun model instalasi untuk pelaksanaan praktikum pelapisan logam dengan metode electroplating.
4. Merancang seperangkat alat praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating.
Uji Coba Produk Uji coba produk dilakukan untuk mengetahui tingkat keefektifan dan daya tarik produk dalam pembelajaran. Uji coba dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu uji ahli, uji terbatas, dan uji lapangan. Subjek uji coba untuk setiap tahapan diperlihatkan dalam tabel 1. Tabel 1. Subjek uji coba dan teknik sampling untuk setiap tahapan uji coba Tahapan Uji coba Jumlah sampel Karateristik sampel Teknik sampling Proses & Hasil Uji coba
ahli
2 orang
Dosen mata kuliah Teknik Pelapisan Logam FPTK UPI
Purposif
wawancara, kuesioner; draf awal produk
terbatas
28 orang
Pemakai produk: mahasiswa JPTM peserta matakuliah Teknik Pelapisan Logam
Random
wawancara, kuesioner, observasi; Kesesuaian produk dengan pemakai
Ket: 1. JPTM = Jurusan Pendidikan Teknik Mesin
1. FPTK = Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data tentang tingkat keefektifan dan daya tarik produk simulasi dalam pembelajaran Teknik Pelapisan Logam dengan jenis data berbentuk interval. Pada tahap uji ahli, data diperoleh
5
dengan cara memberikan kuesioner dan wawancara dengan dosen mata kuliah Teknik Pelapisan Logam FPTK UPI, sedangkan pada tahap uji terbatas, data diperoleh dengan cara memberikan kuesioner, wawancara dan observasi terhadap mahasiswa JPTM FPTK UPI. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendisainan Flowchart Teknik Pelapisan Logam
Disain produk teknik pelapisan logam dilakukan dengan mengembangkan flow chart (alur) dan bertujuan untuk memperkirakan waktu yang dibutuhkan selama proses (Solehudin, 2001:11). Alur proses teknik pelapisan logam tersebut ditunjukkan pada gambar 1.
Gambar 1 Alur proses pelapisan logam
Pembuatan Larutan Pelapis
(10 menit)
Persiapan Bahan dan Alat
( 5 Menit)
Pembuatan Spesimen
( 5 Menit)
Proses Pickling
(5 menit)
Proses Degreasing
(5 menit)
Pembuatan Larutan Degreasing
( 10 menit)
Pembuatan Larutan Pickling
(10 menit)
Penghalusan Permukaan Spesimen
(10 menit)
Finishing
(5 menit)
Proses Electroplating
(15 – 30 Menit)
6
Pembuatan Model Pelapisan Logam Dekoratif Metode Electroplating Pembuatan model pelapisan logam dekoratif metode electroplating dilakukan dengan mengumpulkan bahan-bahan kuliah. Model pelapisan logam dekoratif yang dihasilkan dalam penelitian ini terdiri dari dua model: seri dan paralel, seperti ditunjukkan pada gambar 2 dan gambar 3.
Gambar 2. Model seri instalasi proses pelapisan logam
Larutan Degreasing
Rinsing
Rinsing
Proses Electroplating
Finishing atau Coloring
Praktikan
RECTIFIER
Larutan Pickling
Rinsing
Polishing
Cuci
Rinsing
7
Gambar 3. Model paralel instalasi proses pelapisan logam Uji Coba Produk Ujicoba produk dilakukan untuk melihat sejauh mana produk dapat mencapai tujuan. Produk memenuhi 2 kriteria: kriteria pembelajaran dan kriteria penampilan. Dalam uji coba model pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating dilakukan sebanyak 2 tahap, yaitu uji ahli dan uji terbatas. Uji ahli dilakukan pada dosen pengampu matakuliah Teknik Pelapisan Logam sebanyak 2 orang dengan teknik wawancara dan angket. Kekurangan-kekurangan model simulasi pelapisan logam yang diperoleh dari uji ahli, dieavaluasi dan direvisi, kemudian hasilnya diimplementasikan pada uji terbatas. Model Instalasi Pelapisan Logam Dekoratif Metode Electroplating
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari angket, dapat ditunjukkan bahwa model instalasi yang tepat untuk praktikum pelapisan logam adalah model seri (ditunjukkan pada gambar 4.2). Model ini dipandang tepat dalam melaksanakan praktikum pelapisan logam dikarenakan penggunaan waktu yang lebih efisien dan
Praktikan
Rinsing
RECTIFIER
Rinsing
Rinsing
Rinsing
Rinsing
Proses Electroplating
Finishing atau Coloring
Polishing
Larutan Degreasing
Larutan Pickling
8
instalasi yang tepat dan dapat memberikan kenyamanan pada praktikan dalam proses pelaksanaan praktikum. Instalasi pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating ditunjukkan pada gambar 4.
Gambar 4. Instalasi pelapisan logam dekoratif metode electroplating Alat-alat yang Diperlukan dalam Praktikum Pelapisan Logam Dekoratif Metode Electroplating Alat-alat yang diperlukan dalam praktikum pelapisan logam dekoratif metode electroplating disusun berdasarkan analisa kebutuhan bahan-bahan kuliah Teknologi Pelapisan Logam. Bahan-bahan kuliah ini tertuang dalam silabus dan satuan acara perkuliahan Teknologi Pelapisan Logam, seperti ditunjukkan pada lampiran 4. Alat-alat praktikum pelapisan logam dekoratif metode electroplating dirangkum dalam tabel 2. Tabel 2. Alat-alat praktikum pelapisan logam dekoratif
No.
NAMA ALAT
SPESIFIKASI
VOLUME
1
Rectifier
50 Amper – 24 Volt
1 buah
2
Anoda Nikel , 99,98%
Plat, p = 20 cm, l = 10 cm, t = 3 cm
2 buah
3
Anoda Timbal , 99,98%
Plat, p = 20 cm, l = 10 cm, t = 3 cm
2 buah
rectifier
Proses electroplating
rinsing
degreasing
rinsing
bak rinsing
pickling
9
4
Gelas Kimia
volume 1000 milliliter
2 buah
5
Gelas Kimia
volume 500 milliliter
2 buah
6
Gelas Ukur
Volume10 milliliter
1 buah
7
Pipet ukur
Volume 5 milliliter
1 buah
8
Mesin Stirrer
1 buah
9
Timbangan
maks 2 kg
1 buah
10
Bak electroplating
Volume 1 liter
1 buah
11
Bak Pickling
volume 300 mililiter
1 buah
12
Bak Degreasing
volume 500 mililiter
1 buah
13
Bak Cuci (air)
volume 1 liter
1 buah
14
Kabel dan Capit Buaya
secukupnya
15
Heater
1 buah
16
Termometer
100oC
1 buah
17
Ampelas
Grid 500, 600, 800, 1000, 1500
@ 1 buah
18
Pasta Silika
1 botol
19
Stopwatch
2 buah
20
Tissue atau Lap
secukupnya
21
Lakban
secukupnya
Bahan-Bahan Yang Diperlukan dalam Praktikum Pelapisan Logam Dekoratif Metode Electroplating Berdasarkan analisa kebutuhan bahan-bahan praktikum pelapisan logam dalam pelapisan logam nikel, diperoleh hasil seperti ditunjukkan dalam tabel 3: Tabel 3. Bahan-bahan praktikum pelapisan logam dekoratif
No.
NAMA BAHAN
SPESIFIKASI
SATUAN
1
Nickel Chlorida, NiCl2
Pure, 99,98 %
45 gpl
2
Nickle Sulfat, NiSO4
Pure, 99,98 %
300 gpl
3
Asam Boric, H3BO4
Pure, 99,98 %
35 gpl
4
Brigthener Nisol 102
1 ml
5
Asam chromat, CrO2
Teknis , 80 %
250 gpl
6
Asam sulfat, H2SO4
Pure, 99,98 %
2,5 gpl
7
Asam Klorida, HCl
Pure, 99,98 %
10 %
8
Nantrium Hidroksida, NaOH
Pure, 99,98 %
10 %
8
Alkohol
10 %
9
Aquades
1 liter
Ada beberapa bahan kimia yang cukup berbahaya bila terkena kontak langsung dengan kulit, misalnya asam kromat, asam klorida, asam sulfat. Namun demikian, dari jawaban angket terlihat ada beberapa mahasiswa yang kurang
10
peduli terhadap bahaya ini. Mereka sering ceroboh untuk tidak menggunakan pelindung tangan, sehingga diperlukan perhatian khusus dari instruktur untuk selalu mengingatkan mahasiswa akan bahaya ini. Prosedur Praktikum Pelapisan Logam Dekoratif Metode Electroplating Panduan prosedur praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating telah dihasilkan melalui langkah-langkah penelitian pengembangan. Prosedur praktikum ini telah digunakan dalam uji coba praktikum pelapisan logam pada 27 orang mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI. Namun demikian, panduan prosedur pelaksanaan praktikum ini perlu disempurnakan jika dilihat dari jawaban angket praktikan yang menyatakan bahwa terdapat beberapa langkah dalam prosedur praktikum yang membuat praktikan harus berfikir terlebih dahulu. Artinya, prosedur praktikum ini belum memberikan langkah-langkah yang jelas dan rinci dalam melaksanakan praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating. Prosedur praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplatingadalah sebagai berikut:
1. Siapkan Gelas kimia 1000 ml dan isi dengan air 500 ml, kemudian simpan di atas pemanas.
2. Timbang Nikel klorida sebanyak 45 gr , Nikel sulfat 300 gr dan Asam boric 35 gr.
3. Masukkan Nikel klorida, Nikel sulfat dan asam boric yang sudah ditimbang di atas ke dalam gelas kimia 1000 ml, kemudian celupkan stirer.
4. ”On” kan mesin pemanas dan kondisikan pada temperatur 50 oC, dan stirer 50 RPM.
5. Masukkan 2 ml Nisol 102 ke dalam larutan di atas, sambil masih diaduk. Kemudian tambahkan air sampai volume larutan 1000 ml.
6. Setelah temperatur 50 oC, larutan pelapis siap digunakan pada proses electroplating.
11
KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Model instalasi pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating telah dihasilkan melalui langkah-langkah penelitian pengembangan, dimana model yang memberikan hasil produk pelapisan logam yang memenuhi kriteria pembelajaran dan kriteria penampilan adalah model seri.
2. Seperangkat alat praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating telah dihasilkan melalui analisa kebutuhan bahan-bahan kuliah Teknologi Pelapisan Logam.
3. Komposisi bahan-bahan praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating telah dihasilkan melalui analisa kebutuhan bahan-bahan kuliah Teknologi Pelapisan Logam.
4. Panduan prosedur pelaksanaan praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating telah dihasilkan melalui langkah-langkah penelitian pengembangan.
Meskipun demikian, diperlukan beberapa perbaikan dalam pelaksanaan praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating sebagai berikut:
1. Perlu diberikan peringatan dan perhatian khusus dari instruktur dalam menangani bahan-bahan kimia yang berbahaya untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan akibat kecerobohan praktikan/mahasiswa dalam praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating.
2. Perlu dilakukan penyempurnaan dalam prosedur pelaksanaan praktikum pelapisan logam agar diperoleh kejelasan operasional dan keefisienan waktu yang diperlukan dalam melaksanakan praktikum pelapisan logam dekoratif dengan metode electroplating.
3. Perlu dilakukan uji lapangan pada jumlah mahasiswa yang lebih besar untuk lebih memvalidasi hasil.
12
DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. (1991), Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta. Graham, A.K. (1975), Electroplating Engineering Hand Book, third edition, Mac Graw Hill, New York. Hartono, J.A. (1995), Mengenal Pelapisan Logam, Andi Offset, Yogyakarta. Lowenhein, F.A. (1987), Electroplating, Mac Graw Hill, New York. Mohler, J.B. (1969), Electroplating and Related Processes, Chemical Publishing Co.Inc, New York. Soenarto. (2005). Metodologi Penelitian Pengembangan untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran. Makalah pada Pelatihan Nasional Penelitian Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Penelitian Tindakan Kelas (PPKP dan PTK), Bagi dosen LPTK di Pulau Batam dan Denpasar. Departemen Pendidikan Nasional. Solehudin, A., Widyanto, B., Hidrianto, R.W. (2001), Studi Perbandingan Konsentrasi NH4Cl dan NaCl serta Waktu Proses Pelapisan Nikel Terhadap Dayalekat, Ketebalan dan Kekerasan pada Baja SAE 1005, Journal Korosi dan Material, Indocor, 1, No. 2. Solehudin, A., Juwita, L. (2002), Pelapisan logam Nikel dekoratif dengan mengunakan Bahan Pengkilat alternatif Garam Klorida, Jurnal Korosi dan Material, Indocor, II, No.4. Swalheim, D.A. dan Mackey, R.W. (1963), Modern Electroplating, New York, USA.
13
Lampiran 5: Foto pelaksanaan praktikum pelapisan logam dekoratif metode electroplating
14
Lampiran 6: SAP mata kuliah Teknik Pelapisan SATUAN ACARA PERKULIAHAN
Kompetensi / Kode : Teknologi Pelapisan / MSN 540
Semester / SKS : 8 / 3 SKS
Pertemuan / Alokasi Waktu : 42 jam
Tujuan Kulikuler : Setelah mengikuti perkuliahn, mahasiswa memiliki kompetensi level supervisor tentang teknologi pelapisan logam
NO
SUB KOMPETENSI
INDIKATOR KEMAMPUAN/ KRITERIA UNJUK KERJA
SKENARIO PEMBELAJARAN
ALAT EVALUASI
SUMBER RUJUKAN
1 2
Standar Dasar – dasar korosi
 mampu membedakan jenis material berdasarkan standar ASTM
 mampu menghitung laju korosi suatu material
 mampu menentukan kualitas lapisan pelindung
 mampu menjelaskan proses korosi yang terjadi pada material logam
Mempelajari standar – standar untuk material logam seperti ASTM, SII, SNI dengan metode ceramah, diskusi, dan tugas serta menggunakan metode beberapa contoh standar ASTM, SII, SNI
Mempelajari dasar-dasar kimia tentang proses korosi, potensial korosi dan pengukuran, diagram E-pH dan penggunaannya, menghitung laju korosi berdasarkan metode kehilangan berat dan kurve polarisasi dengan metode ceramah, tanya jawab, tugas, analisis kurve atau diagram ,
Tugas Latihan Absen Tugas analisis diagram E-pH, kurve polarisasi Latihan menyelesaikan soal perhitungan laju korosi
ASM, (1986), Metals Handbook , 9ed
Jones,D.A., Principles and Prevention of Corrosion, dept of chemical and Metallurgical,
15
3 4.
Korosi di berbagai lingkungan Teknik pengendalian korosi
 mampu mengukur potensial korosi suatu logam
 mampu mengaplikasikan diagram E-pH pada logam baja
 mampu menghitung laju korosi suatu logam
 mampu menjelaskan penyebab korosi di lingkungan atmosfer
 mampu menjelaskan penyebab korosi di dalam tanah
 mampu menjelaskan penyebab korosi di lingkungan air laut
 mampu menjelaskan korosi akibat aktivitas mikrobiologi
 mampu menjelaskan penyebab korosi di berbagai lingkungan industri
 mampu menjelaskan proses korosi logam di lingkungan temperature tinggi
 mampu menjelaskan prinsip pengendalian korosi
demonstrasi serta menggunakan media : grafik, atau kurve polarisasi, diagramE-pH , tabel poetensial logam atau galvanik, dan gambar. Mempelajari korosi logam di berbagai lingkungan atau kondisi seperti atmosfer, tanah, air laut, mikroba, berbagai industri ( asam sulfat, nitrat, boiler, air pendingin), dan proses korosi pada temperature tinggi dengan metode ceramah, diskusi, tugas dan menggunakan media beberapa kurve, tabel resistivitas, dan gambar. Mempelajari prinsip pengendalian korosi dan berbagai teknik pengendalian korosi yaitu pemilihan material, coating, inhibitor, proteksi katodik dan proteksi anodik menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab., dan tugas. Untuk menunjang pemahaman dibantu dengan media gambar-gambar , grafik, dan contoh-contoh teknik pengendalian
Soal evaluasi dalam bentuk essay, analissis gambar Latihan menyelesaikan soal penyebab korosi di berbagai lingkungan Soal evaluasi dalam bentuk essay, analissis gambar Tugas diagram E-pH, kurve polarisasi Soal evaluasi dalam bentuk essay, analissis gambar, pilihan ganda
Engineering University of Nevada Jones,D.A., Principles and Prevention of Corrosion, dept of chemical and Metallurgical, Engineering University of Nevada Kofstad.P (1966), High temperature oxidation of Metats, John Wiley
Jones,D.A., Principles and Prevention of Corrosion, dept of chemical and Metallurgical,
16
5. 6.
Prinsip electroplating Jenis – jenis electroplating
 mampu menjelaskan prinsip setiap teknik pengendalian korosi yang diberikan
 mampu mengaplikasikan suatu teknik pengendalian korosi berdasarkan lingkungan di tempat material itu digunakan
 mampu menjelaskan prinsip electroplating
 mampu menyebutkan industri yang berkaitan dengan industri electroplating
 menjelaskan setiap factor yang mempengaruhi proses elektroplating
 mampu menjelaskan fungsi setiap peralatan yang digunakan untuk electroplating
 mampu menjelaskan setiap tahan proses elektroplatng
 mampu menjelaskan setiap tahapan proses electroplating pada waktu kerja di laboratorium
Mempelajari prinsip electroplating , industri yang terkait dengan industri electroplating, factor yang mempengaruhi proses electroplating, peralatan electroplating dan fungsinya, dan tahapan proses electroplating. Untuk membantu peserta dalam memempelajari electroplating digunakan metode ceramah, diskusi, tugas dan media berupa gambar, tabel potensial elektroda. Mempelajari jenis electroplating yaitu electroplating tembaga, kuningan, seng, nikel, krom, dan anodisasi aluminium , menggunakan metode ceramah, tugas, demonstrasi, diskusi deangan alat bantu media gambar, diagram, dan tabel potensial elektroda.
Tugas menganalisis gambar, mengisi tabel, melengkapi gambar, menyelesaikan soal perhitungan penerapan hk Faraday Soal evaluasi dalam bentuk essay, , melengkapi Tugas menganalisis gambar, mengisi tabel, menuliskan reaksi electroplating, membuat diagram alir proses Soal evaluasi dalam bentuk essay, melengkapi
Engineering University of Nevada Canning handbook on electroplating Lowenheim. A. Frederick., Modern Electroplating., John Wiley Canning handbook on electroplating
Lowenheim. A.
17
7. 8. 9.
Perancangan electroplating Study kasus electroplating Pengolahan limbah
 mampu menjelaskan proses electroplating tembaga
 mampu menuliskan mekanisme reaksi electroplating kuningan
 mampu menghitung massa lapisaan yang dihasilkan pada proses electroplating Ni-Cr
 mampu menjelaskan setiap tahanpan proses pelapisan seng
 mampu menjelaskan fungsi setiap tahapan proses anodisasi Aluminum
 mampu menentukan ukuran bak elektropalting
 mampu menghitung kebutuhan arus untuk electroplating
 mampu memilih jenis alat proses yang digunakan berdasarkan ukuran benda kerja
 mampu memecahkan masalah gagal proses
Mempelajari perancangan electroplating dengan metode ceramah, tugas, diskusi, dan menggunakan media gambar , tabel, diagram aliran proses Mempelajari kasus- kasus yang dihadapi di lapangan (industri) menggunakan metode ceramah, studi kasus, pemecahan masalah, diskusi, dengan media gambar, , kasus – kasus yang sering terjadi di industri
Tugas menghitung ukuran bak plating, besarnya arus atau rectifier, menentukan jenis anoda. Tugas menyelesaikan masalah kasus – kasus yang berkaitan dengan proses electroplating
Frederick., Modern Electroplating., John Wiley Dennis J.K, Suct T.E., Nickel and Chromium Plating, London Canning handbook on electroplating Canning handbook on electroplating
Walter Nohse, The Investigation of Electroplating and related
18
10
Praktek pelapisan logam
pada proses electroplating berdasarkan factor yang mempengaruhi proses electroplating : konsentrasi larutan , arus yang digunakan, temperature, atau homogenitas larutan
 mampu memilih metode analisis larutan yang tepat berdasarkan massa jenis atau kandungan elektrolitnya
 mampu menjelaskan tahapan proses pengolahan limbah electroplating berdasarkan prosedur yang ada
 mampu membuat persiapan larutan untuk proses electroplating sesuai konsentrasi yang diinginkan
 mampu menentukan besarnya arus yang harus digunakan pada proses electroplating
Mempelajari beberapa metode analisis larutan dan pengolahan limbah electroplating menggunakan metode ceramah, pemecahan masalah, dan diskusi serta media diagram, gambar Mempelajari cara pembuatan larutan pada konsentrasi tertentu, menghitung besarnya arus, mempersiapkan benda kerja dengan tahapan sesuai prosesdur electroplating, dan melakukan analisis secara visual dengan metode eksperimen atau kerja di laboratorium. Media yang digunakan adalah peralatan electroplating yang meliputi bak electroplating, rectifier, neraca, gelas kimia, thermometer, pemanas ( hotplate), pengaduk, kabel. Dan mulut buaya, elektroda nikel, elektroda Al, elektroda Pb, elektroda kuningan, elektroda kalomel, dan elektroda tembaga.
Tugas menghitung konsentrasi larutan, menjelaskan suatu metode analisis Soal evaluasi dalam bentuk essay, dan melengkapi Tugas membuat larutan sesuai prosedur dan menghitung arus yang harus digunakan, Sikap kerja dan motivasi selama kerja di labororatorium sesuai standar kerja di lab.
solution Walter Nohse, The Investigation of Electroplating and related solution Canning handbook on electroplating Canning handbook on electroplating Gabe D.R, Prinsiples of metal surface Treatment and Protection, London
19
jika diketahui rapat arus dan luas permukaan benda kerja
 mampu memperlakukan benda kerja pada setiap proses electroplating sesuai prosedur
 mampu membandingkan hasil proses electroplating dengan standar berdasarkan pengamatan visual
Bandung, Juli 2006 Mengetahui: Dosen mata kuliah Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Drs. R. Aam Hamdani, M.T. Ir. Agus Solehudin. MT
NIP 131 930 243 NIP 132 243 745
20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar